UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.)TERHADAP Staphylococcus epidermidis
Kata Kunci:
Belimbing manis, Gel, Antibakteri, Staphylococcus epidermidisAbstrak
Latar belakang: Faktor utama dalam perkembangan jerawat adalah adanya aktivitas bakteri di dalam folikel rambut yang terinfeksi. Bakteri yang berperan dalam pembentukan jerawat salah satunya adalah Staphylococcus epidermidis. Ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) memiliki kandungan berupa alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid, dan saponin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gel ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) pada konsentrasi 3%, 4%, dan 5% serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis. Metode : Daun belimbing manis diekstrasi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak diformulasikan menjadi sediaan gel dengan 3%, 4%, dan 5%, kemudian diuji aktivitas antibakteri terhadap staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Hasil: Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan triterpenoid. Gel ekstrak daun belimbing manis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 3%, 4%, 5% memiliki zona hambat berturut-turut sebesar 8,61 mm, 9,48 mm, dan 11,50 mm. Kesimpulan : Sediaan gel ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) Formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi sediaan gel yang memiliki daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus epidermidis.

